“Sebuah Cinderamata untuk Hati yang Selalu Terpaut Bersama”

Ingatan akan ukhuwah itu pun kembali merasuk ke jiwaku. Mengingat-ingat indahnya persaudaraan di asrama, 3 tahun yang lalu. Membuatku tak sabar ingin selalu bertemu.
Dengan mereka.ya……mereka yang mengingatkan ku akan indahnya surga.
Mereka yang berlomba – lomba datang ke masjid setiap pagi, menghafal sebait nikmat Illahi.
Mereka yang berjuang melawan kantuk yang menelusuk ke jasmani di kala fajri menghampiri.
Mereka yang memiliki semangat untuk meraih ridho Illahi.

“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya adalah ibarat misykat yang di dalam misykat itu ada pelita yang besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu laksana bintang yang bercahaya sekilau mutiara. Ia dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh barakah. Pohon zaitun yang tumbuh bukan di timur dan tidak pula di barat. Yang minyaknya hampir-hampir menyala meski tiada api menyentuhnya. Cahaya di atas cahaya! Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang ia kehendaki. Allah membuat perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala”(An nur 35)


Kini…. kita menyendiri menyusuri jalan kehidupan yang kelabu di tengah tidak konstannya kurva keimanan… hanya bisa menyusuri kenangan lama… melihat gambaran usang di ujung koridor waktu… gambaran usang namun sangat berkenang…….(kutipan kiriman ukhti Seila D Yastina ke wall ukhti Dewi Permata Sari)

*Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
Menjadi kepompong dan menyendiri
Berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
Bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
Hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
Melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

Lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
Mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
Dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
Sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji (Ust. Salim A Fillah)

Ukhuwah itu seutuhnya tentang rindu
Yang membuat selalu tak sabar untuk bertemu
Membuat terasa rugi jika tak berbagi
Adalah tentang hati-hati yang terikat
Tentang doa-doa yang saling bertaut
Ia terasa rumit untuk diungkapkan namun nyata dalam kata sederhana
Ia begitu dalam untuk diselami karena ia adalah iman yang berupa makna

Semoga kita selalu berada dalam dekapan semangat iman dan tetap istiqomah menelusuri sisa-sisa kehidupan .
“Sebuah cinderamata untuk hati yang selalu terpaut bersama”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s