Bahu

Emak, dongeng dong ^,^
Menjelang fajar habis subuh, emak saya bercerita tentang sebuah kisah.
Mau tau apa kisahnya??
yukk, baca ini 🙂

Seorang Ibu sering bertanya kepada anak perempuannya mengenai apa bagian tubuh yang terpenting bagi manusia. Dari tahun ke tahun, anak perempuannya itu terus memberikan jawaban yang ia kira benar.
Di usianya yang lebih muda, anak itu mengira, bunyi atau suara itu sangat penting bagi manusia. Karena itu, ia menjawab, “Telinga saya, Bu”
Ibunya berkata, “Bukan. Banyak orang yang tuli. Coba pikirkan terus dan Ibu akan bertanya lagi di suatu saat nanti.”

Beberapa tahun berlalu, dan sang Ibu kembali menanyakan hal itu lagi. Kali ini anak perempuannya merenung, mencoba memberikan jawaban yang benar. Lalu berkata kepada ibunya, “Ibu, penglihatan itu sangat penting bagi siapa saja. Karena itu bagian tubuh yang paling penting untuk semua orang adalah mata.”
Ibunya hanya memandang sang anak dan berkata, “Kamu cepat belajar. Tapi jawaban ini tidak tepat karena banyak orang yang buta.”
Sang anak kembali terdiam. Dari tahun ke tahun, ia terus menambah pengetahuan. Selama itu, sang Ibu bertanya beberapa kali dan jawabannya adalah selalu,”Bukan. Tapi kamu jadi pintar dari tahun ke tahun, Nak.”

Suatu hari kakek anak perempuan itu meninggal. Semua orang menangis. Bahkan ayahnya juga menangis. Anak itu ingat persis hal ini karena ini kali keduanya melihat sang ayah menangis.
Ketika tiba giliran mereka untuk memberi penghormatan terakhir kepada kakek, ibunya kembali bertanya kepada anak perempuannya itu, “Apakah kamu sudah tahu, bagian apa yang paling penting dari tubuh kita?”

Sang anak kaget, mengapa ibunya bertanya hal itu pada situasi seperti ini. Selama ini si anak perempuan hanya mengira, pertanyaan itu hanya perminan tebak-tebakan antara ibu dan anak. Sang ibu tahu kalau anaknya jadi bingung dan berkata,”Pertanyaan ini sangat penting. Ini menunjukkan, kamu benar-benar menghargai hidup ini. Untuk setiap bagian tubuh yang kamu bilang kepada saya di waktu lalu, saya selalu bilang, kamu salah dan saya sudah menjelaskan contohnya mengapa. Tapi hari ini kamu harus belajar satu pelajaran penting ini.”

Sang ibu memandang anaknya dengan pandanganyang hanya bisa diberikan seorang ibu. Air mata menggenang di matanya. Si ibu lalu berkata, “Anakku sayang, bagian tubuh yang paling penting itu adalah bahumu”

“Karena bahu menyanngga kepala saya? ”,tanya si anak penasaran.

“Bukan. Tapi karena dapat menyangga kepada seorang teman atau orang yang kita sayangi, ketika mereka menangis. Semua orang perlu bahu menyangganya dalam hidup ini. Saya hanya mengharap, kamu punya kecukupan cinta dan teman sehingga kamu selalu punya tempat bersandar untuk menangis disaat kamu memerlukannya.”
Dari situ dan sejak itu, sang anak tahu, bagian bagian yang paling penting dari tubuh bukan yang memikirkan diri sendiri. Yang paling penting adalah bersimpatik terhadap penderitaan orang lain.

*Orang-orang mungkin akan lupa dengan apa yang kita kerjakan. Orang-orang mungkin akan lupa dengan apa yang kita katakan. Tapi orang tak akan pernah lupa perasaan yang dirasakannya akibat perlakuan kita kepadanya. Sahabat baik itu seperti bintang-bintang di langit. Kita tidak selalu melihat mereka, tapi kita tahu, bahwa mereka itu ada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s