JJS (jOURNEY jAMAN sEKARANG) #part1

02.10 am (25 April 2013) Tulisan ini saya tulis ketika saya dituntut oleh “UTS Take Home PIJ” yang sangat membuat saya depresi, bergalau tiada henti dan sesak nafas kesana kemari. Ya…lebih tepatnya saya very very bad mood sekali (sudah very pakai sekali pula, *apa apaan kiciks ini -___-)

Jika harus menepak jejak perjalan petualangan yang pernah saya alami, maka saya akan memulainya lewat “Cerita dibalik Petualangan Bem Kema UNPAD”.

Berpetualang itu menyenangkan, menjelajah itu menakjubkan, dan berwisata itu membuat ukhuwah semakin terdepan.

JJS (Journey Jaman Sekarang)
Perjalanan ini kami mulai di  kala fajri belum menghampiri, ketika matahari belum terbit di bumi. Kami memilih untuk pergi di subuh hari sebagai antisipasi dari kemacetan yang akan ditemui. Kami memulai perjalanan dengan mobil mini,imut dan lucu sekali *no name……sensor ya 🙂
Saya sangat menyukai hari itu, dengan memakai kerudung oranye (agar menimbulkan suasana ceria di perjalanan) yang dipadu padankan dengan baju dongker serta rok dongker campuran oranye. Sebenarnya saya kurang menyukai warna oranye tersebut, terlalu mencolok memang,(tidak ingin mengkhianati warna pink kesukaan saya ).Namun apa boleh dikata, si oranye tetap saja saya kenakan karena hanya oranye yang terlihat ketika saya membuka lemari pakaian di kala itu,.kemana si pink?? pink?? pink?? dimana engkauuu huaaaa #gubraak)

DSC_0663

Menurut saya “warna adalah bagian dari hidup, hidup itu perlu warna, warnailah hidupmu dengan sesuka hatimu, bahkan kalau bisa warnailah ia agar menyerupai warna warni indahnya pelangi”.
Maka, pilih lah warna yang hidup-hidup dalam menjalani hari-harimu agar hidupmu penuh warna warni 🙂

Ternyata hari itu memang hari yang penuh warna bagi anak-anak APM. Hari yang penuh tawa,ceria,semangat,antusias,bahagia,terpesona,sedih,bingung,takut,cemas,letih,lelah,
lesu,lemah,lunglai,*minta makan*,alias suka dan duka.

Dengan bermulakan “Bismillah” kami mulai perjalanan ini. Tujuan utama kami adalah kawasan wisata Ciwidey. Saya sangat senang ketika anak-anak APM memutuskan untuk upgrading dr alam serta bonding ke Ciwidey, pasalnya saya belum pernah kesana dan sangat antusias ingin pergi kesana. Saya sangat ingin menikmati indahnya suasana alam Ciwidey, setelah satu minggu sakit dan terkungkung menatapi nasib, maka menurut saya perjalanan ke Ciwidey ini adalah salah satu hadiah atas kesembuhan saya dari teman-teman APM :), really mesmerise me =p walau tidak semua dari kami yang bisa ikut karena alasan tertentu, namun ini tetap fantastik 🙂
Perjalanan dari Jatinangor – Ciwidey kami tempuh kira-kira 5 jam perjalanan. Pukul 08.30 kami tiba di Kawasan Wisata Ciwidey.

DSC_0020
Kawasan wisata Ciwidey sangat memukau mata, begitu indah dan sangat menarik. Objek wisata Ciwidey yang pertama kali kami kunjungi  adalah kebun stroberi. Kami sepakat untuk memetik stroberi bersama-sama. Untuk masuk ke daerah kebun stroberi, kita tidak perlu mengeluarkan biaya, namun kita akan dikenakan biaya pemetikan sesuai berapa banyak stroberi yang kita petik. Waktu itu, kami memetik 1 kg stroberi dengan membayar Rp. 25.000,00 agak sedikit mahal memang, namun kemahalan itu terpuaskan dengan euforia memetik stroberi dengan tangan sendiri.

DSC_0035
Kebun stroberi yang kami kunjungi cukup luas, memiliki tiga lahan yang masing-masing berjejer secara bertingkat. Buah stroberi yang dihasilkan oleh kebun ini pun manis, walau masih banyak buah-buah yang belum pantas untuk di petik karena masih muda.

DSC_0072
DSC_0077
DSC_0095
Setelah puas memetik sroberi, kami pun melanjutkan perjalanan ke objek wisata Ciwedey yang lain. Kami memilih untuk mengunjungi Kawah Putih. Perjalanan dari kebun stroberi ke kawah putih kami tempuh selama 15 menit perjalanan.

DSC_0143
Kawah putih merupakan sebuah danau hasil letusan gunung Patuha. Tanah yang bercampur belerang di sekitar kawah ini berwarna putih, lalu warna air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang unik dari kawah ini adalah airnya kadang berubah warna (wiki.info)
Untuk dapat masuk ke kawasan kawah putih, kita bisa menggunakan dua pilihan. Pilihan pertama dengan menggunakan ontang-anting dengan membayar seharga Rp25.000,00 per orang atau dengan menggunakan kendaraan pribadi dengan membayar ongkos parkir seharga Rp150.000,00 per mobil.

wooow=>Ontang-anting

DSC_0036 => Master drivernya APM euy
Karena kami menggunakan kendaraan pribadi,(bukan mobil saya tentunya wkwkwk) maka terasa lebih hemat jika memilih opsi yang kedua. Dan kami pun melaju bersama menuju  kawah putih. Kami harus melewati jalan mendaki menurun seperti naik roller coaster sebelum tiba di kawah putih* da arry all iz well said 😀 sang master in driver, that’s fantastic lol
Setelah 10 menit perjalanan, kami pun berada di kawah putih 🙂
DSC_0173
DSC_0182
DSC_0404

DSC_0388


DSC_0324
DSC_0237

DSC_0209
Di kawasan kawah putih, kami melihat hutan yang penuh dengan pohon dengan sedikit daun. Entah apa jenis hutannya *saya tidak tahu
Saya tidak berani untuk menjelajahi hutan tersebut sehingga saya memutuskan hanya mengambil beberapa foto. Hutan itu bernama “Cantigi”

DSC_0179
DSC_0180

Kita disarankan untuk tidak berlama-lama berada di kawasan kawah putih oleh petugas wisata, karena udara di kawasan kawah tidaklah sehat, dan juga kita di anjurkan untuk menggunakan masker.  Namun saya sedikit malas untuk menggunakan masker yang telah saya persiapkan karena merasa pengap dan sesak napas hehe *alasan

DSC_0333
DSC_0386

Sejarah Kawah Putih

Gunung Patuha, berada kurang lebih 2300 meter diatas permukaan laut, sebelah selatan kota Bandung, menyimpan suatu misteri di masa lampau. Masyarakat menganggap Gunung Patuha merupakan kawasan yang angker, mereka menganggap puncak Gunung Patuha dahulu merupakan tempat pertemuan para leluhur Bandung Selatan. Tetapi, misteri yang sudah menjadi turun–temurun itu mulai punah setelah terungkap oleh seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun, yang juga seorang pengusaha perkebunan Belanda yang mencintai kelestarian alam pada tahun 1837. Kondisi lembah Gunung Patuha pada waktu itu masih berupa hutan lebat, dipenuhi pohon-pohon kayu jenis lokal, seperti rasamala, saninten, huru, samida, dan lain sebagainya.

Karena rasa penasaran dan ketidakpercayaannya, Junghun terus menembus lebatnya hutan Gunung Patuha. Dan akhirnya dia menemukan suatu danau kawah yang terlihat sangat eksotik, dan sangat indah. Meski sudah ditemukan pada 1837, tapi kawasan ini baru menjadi objek wisata pada 1987 setelah dikembangkan oleh PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten. (sumber sejarah : potlot-adventure.com)

DSC_0225
Disekitar kawah, terdapat sebuah goa yang dulunya dijadikan tempat penambangan barang tambang *saya lupa jenis barang tambangnya hehe. Namun sekarang, goa ini telah ditutup oleh petugas karena dapat membahayakan pengunjung.

DSC_0326
DSC_0365

Ketika berada di kawah putih, saya banyak melakukan experiment fotografi .Salah satunya adalah memoto anak kecil ini. Huwaaa beliau sangat lucu sekali, pengen banget cubit dan cium itu pipi si dede kecil hehehe,pipinya cubby :* #I like children
Setelah puas menjelajah dan berfoto-foto serta memoto, kami pun beranjak menuju tempat wisata lainnya.

DSC_0397

Perjalanan kami selanjutnya adalah wisata kebun teh dan pantai cianjur selatan. Mau tau apa ceritanya???? Stay tune on kiciks.wordpress.com
InsyaAllah setelah beberapa pekerjaan saya selesai, saya akan lanjut nulis tentang JJS#part2,
Moga tulisan dan foto-foto ini menginspirasi teman-teman untuk mengunjungi Kawasan wisata Ciwidey
This’s blog just belongs to inspire you about “how wonderful travelling it is” so try it, and enjoy your life 🙂

Ps: yuk mulai dari sekarang kita menabung buat jalan-jalan hehehe
Untuk biaya perjalanan kali ini, saya menggunakan uang tabungan saya dan uang dari keuntungan saya berjualan (bisnis) di kampus. Travelling akan berasa lebih bermakna jika kita menggunakan uang sendiri. Jangan bebankan mama papa ya ^^

Nikon 3200D
Photographer by kiciks^^
yang motoin kiciks by teman teman APM, jazakumullah khairan khatsiran guys 🙂


Advertisements

One response to “JJS (jOURNEY jAMAN sEKARANG) #part1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s