skizo

To think is to be
To be is to do
To do is to experience
To experience is to sense
To sense is to enjoy

tototototototototottttttt -_________- ahaaa

Kicau kicau layaknya #part1

Titik adalah sebuah kegelapan jiwa
Setelah perjuangan yang panjang dan gila
yang di tempuh sang koma dan titik dua
Dalam petualangan mengungkap makna

Kicau kicau layaknya #part2

jendelauwi

Menelusup dari dongeng tentang mata yang melinangkan cahaya. Remang. Ah, lebih tepatnya gelaaap.Sedikit cahaya menelusup dari luar jendela. Mengiringi dengungan berbagai suara. Suara siapa?? *entahlah, tanya saja ke siapa-siapa
Mendengar gaung riuhan suara jangkrik (mungkin)
Saya terlena, berharap mereka mendekat dan berbicara
Sebentuk kabut, mungkin asap. berganti-ganti. antara cahaya. antara suara. antara tatapannya.
Dikepul debu menempar. Saya hanya bisa membayangkan sunyi dan sepinya kampung halaman

Sesayat yang sepi
Menemu diri menuntas nyeri
Sebayang lindap
Sebayang terang

Geliat sepi amuknya
Jutaan kata melesat ke angkasa
Namun susah merangkainya
Terbang tak menentu sampai kemana

Warning !
(bukan) puisi ?
hanya sebuah pengungkapan makna :
*merindu akan kampung halaman*tenang*damai*tentram*sederhana*apaadanya*kampung halaman

*Cuap cuap ga jelas, yuhuuuuu
Terlintas dr pikiran saya melihat fenomena media jejaringan sosial dewasa ini (twitter, facebook, path, instagram dan adik2 moyangnya yang lain (barusan)

Tidak semua yang “berjubah malaikat” itu baik
Don’t judge people from his/her “cover” book

Zaman sekarang, banyak mereka yang berlomba-lomba membangun self image, “jaim minta ampun -_________-,
Namun terkadang, agaknya ada yang “melenceng”.
Jaim itu gak apa2 (mungkin) dari pada alay, namun lebih bagus menjadi diri sendiri “yang apa adanya” bukan “ada apanya”
Jujur, saya terlalu tidak suka dengan orang yang sok cool dan jaim euh :3″

Sekilas (barusan *sore-sore di tepi danau)
#ngumpul-ngumpul anak Bem
A : “Ayoook kamis depan kita ke ciater?”

Dengan refleks dan sangat sangat polos saya menjawab

B: “Ciater itu apa?”

A: hahaha kata orang-orang Fikom anak gaul? Masak Ciater aja kagak tau -_______-

B: emang wi orang Bandung gitu???? , “Please don’t judge people from her faculty” hahahaha =P *wi sadar bgt kok kalo Fikom sarangnya anak-anak gaul, kece badai menggelora hahaha =P
Beda kan dengan fakultasnya ente wkwkwwkkwkwkw *becanda

C: Adeuh dew, kenapa g bilang “tau aja” sih
g*la** kan orangnya emang gitu, suka banget gangguin m*ra* ato d*ew*
Jaim dikit napa hahaha *ketawa lebar

B: Manyun minta ampun :3

A:Ngakak *horeeeee uwi cemberuttt

*Saya hanya selalu ingin menjadi dirisendiri
Agaknya saya terhipnotis dengan bukunya Pak Jalal dalam Psikologi Komunikasi, yang bilang : “Jangan capek2 mikirin apa yang dipikirin orang lain tentang kita. Just be yourself *makjleebbbbb

Mengutip status kakak kelas saya (bg Almoehad) :
“Meski selalu “menang” dalam panggung tampilan. Dan hanya formalitas ketika berhadapan dengan amal nan nyata. Lagi-lagi korban media hanya mengandalkan sumber yang ada.”

“Hanya tertipu dalam hiasan yang tampak. Dan terbuai dalam kebalikan fakta. Itulah yang dinamakan korban media”

Advertisements

2 responses to “skizo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s