nebuLala

NEBULA KICIKS

Malam mendekap Rembulan
“Jangan pergi..” ucapnya
“Bila kau pergi, kita berdua mati”
Tersungging seiris senyum di wajah Rembulan
Bisiknya,
“Memang harus kita jalani..
karena mati kita adalah rehat,
dan saat bagi Siang
mengusung Surya yang garang
lalu kita kan bersama lagi
menggantikan pasangan perkasa
Siang dan Surya…”

Malam mempererat rengkuhannya
“Tak’kan sama, aroma helai sinarmu..
yang bertebar membelai wajahku..
takkan sama, kekasih…Saat ini begitu indah..” keluh Malam

Tersipu, Rembulan menggeliat
Pelan-pelan membebaskan dirinya dari pelukan Malam
Sambil menjauh, ia bergumam,
“Bagiku pun begitu..
tapi begitu juga saat kita sebelumnya,
dan sebelumnya lagi..”

“Memang tak pernah sama… Tiap momen kita berdua, selalu istimewa..”

Malam menatap kepergian Rembulan
Bisu, pilu, kelabu
Hanyut dalam duka
Pudarlah pekatnya

Advertisements

3 responses to “nebuLala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s