Koruptor bukan Kompor #Century Fest

Dulu, sewaktu saya masih kecil ting ting *kedip-kedip mata* saya tidak tahu apa itu artinya koruptor. Saya pikir koruptor adalah sejenis kompor.
Setiap kali melihat berita di TV yang memberitakan cerita tentang koruptor, saya hanya manggut-manggut sambil bengong.
Kala itu, saya bertanya kepada Ayah saya, tentang apa itu koruptor. Dengan lugu dan pasang tampang tidak berdosa saya pun bertanya:

“Ayah, tante2 di TV itu bercuap-cuap tentang apa Yah? Ia bilang koruptor semakin merajalela, koruptor itu sejenis kompor ya Yah? Jadi sekarang sudah banyak jenis kompor di dunia dong Yah? ”
*Betapa bodohnya saya waktu itu* dan saya pun tidak habis pikir, kenapa ketika itu saya memikirkan koruptor adalah sejenis kompor -___-” benar memang, imajinasi saya acapkali out of the box dan melayang-layang entah kemana*ooo syalalala, ya begitulah saya, aaaa sudah lupakan saja

Ayah saya pun langsung menjawab pertanyaan saya dengan lembut memesona #ah, saya selalu merindukannya

“Bukan sayang, koruptor itu bukan kompor. Tapi koruptor itu adalah sejenis *tikus* ”

Dengan refleks tanpa slow motion, saya pun memotong statement Ayah saya.

“Apa? Tikus? Beneran sejenis tikus Yah?

Ayah saya pun menjawab:

“Tikus itu hanya klise untuk menggambarkan *seorang* koruptor, nak”

Refleks lagi *sekarang di bubuhi dengan slow motion tingkat tinggi

“Aaaapa? jaaaaddi kokoruptor itu *orang* yaa Yah?”
“Siaapa nanamanya Yah? rumahnya dimana? dia terkekenal ya a Yah?” #aaaa banyak gaya dan tanya ush ush ush

Dengan kesabarannya terhadap putri cerewetnya yang satu ini, Ayah saya pun menjelaskan panjang lebar tentang makna koruptor yang sebenarnya.
Dari situ, dan semenjak itu saya pun mengerti siapa sesungguhnya koruptor itu.
Benar tentang koruptor.
Koruptor layaknya seorang pencuri. Pencuri yang tega mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak miliknya. Pencuri yang tidak memikirkan tentang apa yang dirasakan oleh korbannya, sayangnya apalagi kalau korbannya adalah rakyat jelata, betapa kasihan mereka, mungkin kita termasuk ke dalamnya(?)

Berbicara perihal koruptor, saya jadi teringat masa-masa ketika saya SMA dulu *entah berapa abad yang lalu itu #lebay
Sekolah itu terkenal dengan imtaqnya (Pendidikan Iman dan Taqwa), betapa beruntungnya saya bisa masuk dan menuntut ilmu disana.
Sekolah itu mengajarkan kepada siswa-siswanya bahwa “Mencontek itu Haram” karena mencontek adalah cikal bakal lahirnya seorang koruptor.
Kami sebagai siswa sekolah tersebut, selain dibekali pengetahuan dunia kami pun dibekali dengan pengetahuan agama.

Jujur,
Dulu ketika belajar di kelas saya sesekali mengantuk dan bergalau-galau sambil manggut-manggut dan cemberut *eits, itu hanya untuk mata pelajaran tertentu saja* Fisika oh Fisika * it makes me bored*. Sejatinya, I LOVE SOCIAL *Hidup IS 1 Cateh Coa*
Namun,
Ketika saya belajar tentang pengetahuan agama dan ajaran-ajaran kebaikan di Masjid, mata saya selalu melotot, mendengarkan ceramah dengan antusias seperti layaknya saya mendengarkan dongeng sebelum tidur *entahlah, saya tidak tahu kenapa saya bisa seserius itu, mungkin karena suara ustadznya terlalu merdu kali ya *ups, sadar kiciks sadar* Maaf pemirsa, itu hanya candaan belaka

Saya dengar, saya lupa
Saya lihat, saya ingat
Saya coba, saya bisa -Confusius-

Adegium diatas, menyadarkan saya bahwa ajaran-ajaran kebaikan itu tidak untuk di dengar saja, namun harus ada pengaplikasiannya. Kebaikan itu nikmat ketika kita telah melakukannya. Tentunya kebaikan yang kita lakukan hanya untuk menggapai ridhoNya.
Benar, tidak mencontek itu adalah sebuah kebaikan, jujur itu adalah sebuah kebaikan, coba dan rasakan saja nikmatnya (:

Kini saya telah beranjak menjadi seorang Mahasiswa, cerita tentang koruptor hadir kembali di dalam oase kehidupan saya.
Banyak cerita tentang koruptor yang saya dengar dari media massa.Benar tentang salah satu teori komunikasi “jarum hipodermik” yang mengatakan bahwa dalam komunikasi massa, media massa sangat berpengaruh dan dapat menimbulkan efek yang kuat, langsung, terarah dan segera.*Ah, saya tidak akan membahas panjang lebar tentang teori-teorian kali ini

Century,
Mungkin kita tidak asing lagi dengan berita “korupsi” yang menyelimuti relung-relung Bank Century.
Korupsi 6,7 trilliun *woow fantastik
Tentunya itu semua dilakukan oleh para koruptor. Karena menurut buku EYD yang saya baca, korupsi itu kata kerja, maka untuk pelakunya kita panggil saja dengan KORUPTOR (si diganti dengan tor) *ah,saya terlalu bertele-tele*
Dan sekarang, kejelasan tentang korupsi Bank Century seketika hilang begitu saja, tanpa kabar berita dan hilang bersama hembusan angin yang melewatinya, tidak ada kejelasan yang pasti. Bayangkan 6,7 trilliun uang di raup oleh para “tikus” yang tidak bertanggung jawab. Lalu bagaimana dengan saudara-saudara kita yang kelaparan, tidak makan dan tidur di jalanan? Saudara-saudara kecil kita yang harus mengamen tanpa bersekolah? dan saudara-saudara kita lainnya yang sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah? bagaimana? *silahkan pikirkan

photo (84)

“Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran” telah melakukan suatu aksi kreatif untuk memperjuangkan kejelasan nasib bangsa Indonesia dalam suatu rangkaian acara “Century Fest”.
Aksi kreatif yang bukan anarkis ini diselenggarakan pada tanggal 19 Mei 2013 di bundaran HI Jakarta. Aksi ini bertujuan agar pemerintah usut tuntas tentang “Kasus Korupsi Bank Century” dan sebagai salah satu realisasi tindakan terhadap peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2013.

*Let sing a song
Century apa kabarmu?
Indonesia menunggu kejelasanmu
Century apa kabarmu?
Mari kita tuntaskan ketidakjelasan ini
Century apa kabarmu?
Indonesia menunggu kejelasanmu
Century apa kabarmu?
Mari kita tuntaskan derita semua -Kementerian Minat dan Bakat BEM KEMA UNPAD-

photo (69)

Century fest,longmarch,teatrikal,puisi,orasi @Bundarah HI
Saya memilih untuk ikut serta dalam aksi kreatif ini. Selayaknya saya hanya ingin mengenang cerita tentang koruptor kembali. Saya hanya ingin ikut berkontribusi dalam pemberantasan tikus-tikus yang dulu pernah saya anggap kompor.
Saya tertegun ketika salah satu teman sekosan saya (yang juga ikut Century Fest) mengatakan “Kita beruntung diberikan kesadaran oleh Allah dalam berjuang tentang bangsa ini, walaupun hal kecil yang masih kita lakukan tapi itu sungguh berarti, beruntunglah kita…..mungkin teman-teman kita yang lainnya lagi malam mingguan atau lagi jalan-jalan,atau mungkin lagi tidur-tiduran sekarang, namun kita diberi kesadaran oleh Allah untuk ikut berkontribusi meneruskan perjuangan panjang pahlawan-pahlawan bangsa terdahulu untuk meraih kejayaan bangsa Indonesia kembali”

-Totalitas Perjuangan-
Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta. -Mahasiswa-

Century fest,
Saya layaknya saya. Saya selalu memanfaatkan setiap momen-momen dalam kehidupan saya untuk mengexplore semua kegemaran saya. Yang salah satunya adalah jepret jeprut fotografi. Hari itu saya benar-benar telah merasa sebagai seorang fotografer amatiran yang mulai beranjak menjadi fotografer setengah profesional *Amin… semoga saya menjadi fotografer profesional seutuhnya.
Dengan tangan di depan memegang kodak-kodakan, saya pun mulai beraksi mengambil gambar setiap momen yang ada di Century Fest. Ke samping, kedepan, ke belakang, semuanya saya lakukan dengan sabar hanya untuk menangkap semua momen-momen Century Fest sebuah aksi kreatif yang bukan anarkis.Silahkan menyaksikan (:

photo (75)
=> bus terkeren kedua (setelah Pahala Kencana) yang pernah saya tumpangi “bus Unpad Pariwisata”. Perjalanan kami mulai di malam hari, menuju Ibukota dengan penuh suka cita

photo (72)
=> pagi hari di Ibukota

photo (73)
=> persiapan by Kak Wildan dan Kak Rendy (Wafer Unpad) *Presma dan Wapresma

photo (74)
=> keep smiling

photo (67)
=> tamasya pakai busway ke bundaran HI bareng teman-teman BEM KEMA

photo (81)
=> on the way

photo (79)
=> terminal TJ

photo (78)
=> CFD Jakarta

photo (94)
=> orasi kak hadyan di CFD (Menteri Hubungan Eksternal BEM KEMA UNPAD Kabinet Protagonis)

oiu
=> jalan-jalan ke zaman perjuangan untuk meraih kemerdekaan #doeloe

lkk
=> jalan-jalan ke zaman sekarang (freedom wew) @bundaran HI

bnbn
=> 3 serangkai haha

photo (66)
=> korupsi 6,7 trilliun by Century (zooming)

photo (68)
=> keep hamasah

photo (86)
=> (:

photo (83)
=> fenomena masyarakat Ibukota

photo (97)
=> aksi kreatif bukan anarkis

photo (56)
=> kiciks in action *cuaca panas euy

4

photo (90)

photo (91)

photo (98)

DSC02764
=> ketemu teman-teman dari UI yang juga lagi action πŸ™‚

DSC02743
=> akhwat-akhwat penuh semangat weew

DSC02766
=> Fikom satu…Fikom Fikom Fikom

390074_4761433125061_2078194971_n
=> BEM KEMA UNPAD Kabinet Protagonis

photo (60)
=> Merdeka end

Apple inc
Sony N75
Photographer : kiciks

Big thanks buat ukhti Mutia yang udah fotoin kiciks dengan sabar hehehe *kiciks emang bawel =P

Advertisements

3 responses to “Koruptor bukan Kompor #Century Fest

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s