Buhul Cinta #Kajian oleh Ust. Armen Halim Naro (Alm)

Bismillah
Tulisan ini merupakan setengah kesimpulan dari mendengarkan ceramah kajian Ust. Armen Halim Naro Rahimahullah (Alm). Anda bisa mendownload mp3 ceramah kajian Ust. Armen Halim Naro di : http://radiorodja.com/1388/kajian-tematik-ustadz-armen-halim-naro-rahimahullah/
Beliau adalah ustad yang sangat menginspirasi yang berdakwah dengan bahasa yang indah.
Dakwah beliau begitu mengalir, membubuhkan dakwah dengan bahasa yang puitis dan inspiratif. Saya adalah salah satu penggemar dari Ust. Armen Halim Naro Rahimahullah (Alm).
Mendengarkan ceramah sebelum tidur adalah hal yang sangat saya anjurkan untuk teman-teman sekalian. Ceramah membantu memulihkan hati, membersihkan jiwa dan menjernihkan pikiran, membawa kita menelusuri ajaran-ajaran Allah yang penuh dengan kebaikan.

Karena islam itu indah (:

cinta

Sejatinya, cinta adalah permasalahan yang disukai oleh jiwa.
“Buhul Cinta”
Sesungguhnya, cinta itu mempunyai ikatan. Jika seandainya ikatan cinta tidak erat maka ia akan putus sehingga akan terjadi kekosongan dan kehampaan dalam hidup.Cinta tanpa ikatan adalah bagaikan layang-layang yang putus, semakin tingga ia dikibarkan maka semakin jauh ia dari kebenaran dan ajaran kebahagiaan hidup. Buhul dalam bahasa Indonesia artinya ikatan. Ada pepatah yang menyebutkan “Mengebat erat-erat dan membuhul mati-mati” maksudnya diikat sampai mati. Cinta itu membutuhkan ikatan, ikatan kuat yang mengikat janji.
Buhul cinta artinya sesuatu yang dapat mengikat dua pasang kekasih sebagaimana ia juga bermakna buhul jimat yang dapat meningkatkan ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla. Karena tidak ada cinta yang halal kecuali cinta di dalam pernikahan.
Ar-Rum Ayat 21

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” [Ar-Rum 21].

Perkawinan telah menjadikan hal yang luar biasa menjadi biasa, telah nyata emas dengan loyangnya, telah nyata sutra dengan benangnya. Pasangan saling tahu keburukan-keburukan satu sama lainnya. Dan bagi mereka yang cintanya tidak kuat dan bukan karena Allah, maka sirnalah cinta itu secepat jarum jam berdenting.
Banyak orang yang menyangka, bahwa cinta bisa tua sebagaimana tuanya badan manusia.Ia bagaimana bunga yang tumbuh dengan putiknya, lalu mekar untuk kemudian layu.Banyak juga yang bilang, dengan berlalunya masa maka ia akan sirna dan akan menjadi biasa-biasa saja. Dan ini adalah pemahaman yang salah tentang cinta. Banyak pasangan yang menggunakan pemahaman ini sehingga mereka tidak berusaha untuk membangunkan cintanya yang telah mati dengan merindangkan batang dan dahannya dengan dedaunan cinta. Seakan-akan ia telah pasrah dalam keadaan dan telah kalah dalam perperangan. Baginya, memupuk cinta sama dengan memindahkan matahari ke utara, itu adalah hal yang mustahil.
Berkata Ibnu Qayyim dalam kitabnya :”Tidak ada cela bagi seseorang dalam mahabbah dan mabuk cintanya terhadap istrinya, kecuali kecintaan tersebut menyibukkan dirinya dari cinta yang bermanfaat yaitu cinta kepada Allah dan Rasulnya”. Sesungguhnya, cinta yang bermanfaat itu terbagi tiga : Cinta Allah, Cinta kepada Allah dan cinta terhadap yang dapat membantu kepada ketaatan kepada Allah dan menjauhi maksiatNya.
Dan kecintaan yang bermudharat juga terbagi tiga : cinta bukan karena Allah Allah, cinta terhadap apa yang dimurkai Allah dan cinta terhadap semua yang dapat memutuskan kecintaan terhadap Allah. Itulah enam pembagian cinta, dan yang menjadi poros pembagian cinta manusia. Kecintaan kepada Allah Azza Wa Jalla adalah dasar segala cinta yang terpuji.Dan yang akan menjadi dasar iman tauhid.

Semua Cinta atas dasar kecintaan kepada Allah itulah cinta hakiki, semua cinta yang mengantarkan seseorang kepada taat kepada Allah itulah cinta yang sebenarnya. Karena cinta adalah kesucian, pengorbanan, keteguhan dalam memegang janji, keikhlasan dalam melaksanakan perintah Allah.Cinta adalah akad dan perjanjian.

Cinta adalah airnya kehidupan bahkan dia adalah rahasia kehidupan.
Cinta adalah kelezatan ruh bahkan ia adalah ruh kehidupan.
Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan, akan cerah kehidupan, akan menari hati dan akan bersih qolbu.

Dengan cinta semua kesalahan akan dimaafkan.
Dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan.
Dengan cinta akan dibesarkan makna kebaikan.

Kalaulah bukan dengan cinta, maka tidak akan saling meliuk satu dahan dengan dahan yang lainnya.
Kalaulah bukan karena cinta tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya, tidak akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam, dan bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi.

Ketika cinta hampa dalam kehidupan maka jiwa akan sempit dan terjadilah pertikaian dan perselisihan.
Ketika cinta telah hilang, maka akan layulah bunga, akan padamlah cahaya, akan pendeklah usia, akan kering danau di hutan belantara dan akan silih berganti datang penyakit dan sengsara.
Ketika cinta telah sirna, tatkala itulah lebah meninggalkan bunga, tatkala itu burung pipit meninggalkan sangkarnya, tatkala itu pula kutilang tidak hinggap lagi pada pucuk cemara.

Sekiranya lautan mempunyai pantai dan sekiranya sungai mempunyai muara, maka lautan cinta tidak berpantai dan sungai cinta tidak bermuara.

Maaf, saya hanya menuliskan setengah kesimpulan dari ceramah Ust. Armen Halim Naro. Untuk kajian lebih lanjut, teman-teman bisa mendownloadnya di http://radiorodja.com/1388/kajian-tematik-ustadz-armen-halim-naro-rahimahullah/
Saya sangat merecomended teman-teman untuk mendengarkan kajian beliau yang berjudul “Untukmu yang berjiwa Hanif”, wah itu keren banget >.<

*Hmm menurut saya ,ngapain kita repot-repot pacaran -____- toh jodoh sudah ditangan Tuhan. Perempuan hanya bisa menanti. So, laki-laki berusahalah untuk menjemputnya dengan cara yang di ridhoi Illahi.
Fase cinta yang disebut dengan pacaran adalah masa yang sulit untuk mendeteksi kejujuran dan memahami kepribadian, sebab setiap pasangan telah melakukan kamuflase terhadap pasangannya. Ingin selalu terlihat keren agar selalu disukai oleh pasangan sehingga tidak menjadi diri sendiri. Jaimnya minta ampun. Just be yourself ajalah.
Pacaran itu rumit, bikin pusing, bahkan dapat merusak silaturahmi.
So, berpikir ulang lah jika ingin berpacaran. #saynotopacaran

Kata teman saya di twitter : bener @uwipanda, lebih baik ta'aruf dari pada pacaran, setuju dengan teman saya (: “ta'aruf untuk mengenal karakter pasangan” (:

Karena cinta akan indah pada waktunya, dan akan terasa nikmat setelah berpuasa (:

Advertisements

One response to “Buhul Cinta #Kajian oleh Ust. Armen Halim Naro (Alm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s